Jumat, 27 Agustus 2010

KISAH SUP BATU

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di sebuah kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup dengan sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala sesuatu sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka mencurigai semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang duduk di tengah alun-alun kota mereka. Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. 


Baca selanjutnya...

Rabu, 25 Agustus 2010

Milik Siapa Dana Lebih Dari Rp6 Miliar ?

Jika Sahabat saat ini mungkin sedang menunggu Tunjangan Hari Raya (THR), tapi belum jelas dari mana dan kapan, kini ada sebuah informasi terbaru siapa tau menjadi keberuntungan anda sebagai THR. Saat ini oleh PT Jamsostek ada menyimpan dana lebih dari Rp6 miliar milik peserta yang alamat dan kepemilikannya tidak jelas, atau tak bertuan. 
Oleh PT.Jamsostek mengatakan bahwa kepada mereka yang merasa punya atau pernah menjadi peserta Jamsostek untuk segera melapor, dan pihaknya akan memberikan bantuan teknis jika hal itu diperlukan. Jika sahabat penasaran silakan baca informasi lengkapnya di sini. Siapa tau dana tersebut adalah hak saudara. Jadi selamat ya.


Baca selanjutnya...

Senin, 23 Agustus 2010

Doa Untuk Bangsa

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita terkadang gampang menyaksikan fenomena yang terjadi di negara ini. Banyak pemimpin bangsa yang seharusnya menjadi teladan dan panutan rakyat, tetapi satu demi satu digiring ke penjara. Kita pun menjadi galau dengan masa depan bangsa ini. Akan mewarisi apa kelak anak cucu kita? Utangkah? Kemiskinankah? Atau apa?

Akan tetapi, kalau ditanya balik, apa sumbangan positif kita untuk bangsa ini? Kita akan gagap menjawabnya. Malahan kita balik bertanya, siapakah saya ini, sehingga dapat memberikan sesuatu yang positif? Apakah memang benar, kita tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bangsa kita? 
Saya kira tidak. Sekecil apa pun, kita bisa berperan dan memberikan sumbangan positif pada bangsa ini, asal mau. Mulailah dengan berdoa, baik secara pribadi, maupun menggalang rekan-rekan di persekutuan. Namun, jangan asal berdoa. Bukankah doa "klasik" kita setiap minggu di gereja, adalah berdoa agar Tuhan memberikan hikmat kepada pemimpin negara agar bisa memimpin rakyat dengan bijaksana? 

Dalam Mazmur 20:1-9 adalah salah satu contoh doa umat agar Allah melindungi raja. Doa ini disertai dengan pemberian persembahan dan korban bakaran sebelum berperang. Tujuannya bukanlah untuk meminta pengampunan dosa, melainkan untuk mencari perkenan Allah. Ketika Allah merespons, Dia akan menyatakan kehadiran dan perkenan-Nya dengan memberikan kemenangan kepada raja. Di samping berdoa, kita juga harus menyumbangkan sesuatu (sekecil apa pun) untuk bangsa kita. Hal itu dapat kita lakukan dengan memulai kontribusi dari kota tempat kita tinggal saat ini 

 DALAM KEADAAN KRITIS, 
MENGELUH TIADA HENTI JUSTRU MEMBUAT KITA LETIH 
 DAN TAK MAMPU MEMBERI ARTI 


Baca selanjutnya...

Kamis, 19 Agustus 2010

Kemuliaanku dan sukacitaku

Hubungan di antara manusia di zaman ini semakin kering, dan banyak hubungan bersifat saling memanfaatkan. Mungkin manusia di zaman ini sangat haus akan hubungan yang tulus dan murni yang tidak menyembunyikan niat lain. Manusia di zaman ini saling merasa takut dan curiga, karena takut ditipu dan dirugikan. Manusia di zaman ini semakin menjadi biasa dengan basa basi. 

Di sini, ada satu jenis hubungan yang begitu tulus dan murni. Tidak ada niat lain selain memang saling mengasihi dengan tulus hati. Itu adalah hubungan gembala-domba, dan hubungan di antara saudara seiman di dalam Yesus Kristus. Betapa indahnya hubungan ini, karena saling bisa mengucapkan: “kaulah kemuliaanku dan sukacitaku!” Mereka saling mengharapkan bahwa di hari pertemuan dengan Yesus kelak, mereka saling bisa menjadi kemuliaan satu dengan yang lain, yaitu Anda menjadi kemuliaan bagi saya, dan saya menjadi kemuliaan bagi Anda. 

Tentu saja hubungan yang seperti ini tak mungkin terjalin hanya dengan kata-kata, tetapi dengan kasih yang nyata yang disertai pengorbanan satu dengan yang lain, seperti kata Paulus: 
“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.”
 Apakah Anda sudah memiliki orang-orang yang menjadi kemuliaan dan sukacita bagi diri Anda?


Baca selanjutnya...

Selasa, 17 Agustus 2010

Apakah anda sudah merdeka ?

Tidak terasa sudah 65 tahun Indonesia mengecap kemerdekaan, namun sepanjang waktu itu ternyata masih banyak rakyat di negeri ini yang hidupnya dalam belenggu perbudakkan. Mereka diperbudak bukanlah oleh bangsa lain, tetapi oleh pikiran mereka sendiri. Cobalah lihat berapa banyak orang Indonesia yang berani bersaing dengan orang dari negara lain untuk meraih posisi pekerjaan yang tinggi di perusahaan-perusahaan besar yang ada di negeri ini? Masih sangatlah kecil. Bedakan dengan orang-orang Amerika Serikat. 

Orang Amerika Serikat dimanapun mereka berada hampir dipastikan mendapat tempat (posisi) yang terbaik di perusahaan-perusahaan dimana mereka terdaftar sebagai pekerja. Hal ini terjadi bukanlah karena mereka diuntungkan oleh karena faktor bahasa dimana bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan internasional, tetapi karena mereka memiliki mental orang merdeka. Orang Amerika sadar benar bahwa sebagai orang yang bebas, mereka mampu melakukan segala sesuatunya. Mereka tidak perlu takut untuk berkompetisi dengan orang-orang dari bangsa lain. Dalam pikiran mereka, jika mereka ingin menggapai sesuatu maka hal itu pasti bisa terjadi jika mereka mau mengusahakannya. 

Ini adalah sikap positif yang seharusnya dimiliki juga oleh setiap orang di dunia. Berani melakukan apapun, selalu yakin dengan kemampuan yang mereka miliki, dan kepercayaan diri yang tinggi adalah ciri-ciri orang yang hidupnya tidak berada di dalam keterikatan. 

Sudahkah semua ini ada di dalam diri Anda? 
Penghalang terbesar orang untuk hidup merdeka adalah pikirannya sendiri.


Baca selanjutnya...
Template by - Bimbinganmu