Sabtu, 27 Maret 2010

Ayo Kita Kenali SIGN TOILET di dunia


Baca selanjutnya...

Selasa, 23 Maret 2010

KENCANA WINGKA

Wingka ialah pecahan genting, sedangkan kencana berarti emas. Meskipun sejatinya hanya pecahan genting, ia dianggap sebagai sebungkah kencana, emas yang amat berharga. Begitulah cara pandang orang Jawa terhadap sosok anak. Mereka menggunakan istilah kencana wingka untuk menggambarkan kasih sayang orangtua kepada anak mereka. Sejelek-jeleknya, sebodoh-bodohnya, atau senakal-nakalnya si anak, orangtua akan tetap mengasihi dan menyayanginya, bahkan jika perlu membela kelemahannya itu.  

Pandangan ini mengandung kebaikan selama kita menerapkannya secara wajar. Sayangnya, orang cenderung bersikap berlebihan. Di satu sisi, sebagian orangtua menganggap anak sebagai kencana yang tidak boleh dicolek sedikit pun: dimanjakan, dituruti semua permintaan dan kemauannya, dibiarkan saja ketika melakukan pelanggaran atau tidak taat. Di sisi lain, ada orangtua yang memperlakukan anak sebagai "wingka", merendahkan dan menginjak-injaknya, seperti yang terungkap dalam berbagai kasus kekerasan di dalam rumah tangga. 

Alkitab menyetujui pandangan bahwa anak itu kencana. Ya, anak adalah karunia Tuhan yang sangat berharga. Ia pun diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Namun, anak kita juga mengandung wingka, tabiat dosa yang mencemari semua manusia. Jadi, kita sepatutnya mengasihi dan menghargai anak tanpa mengabaikan kecenderungan berdosa yang membuatnya suka melawan. Untuk itu, kita tidak boleh melalaikan pendidikan dan pendisiplinan anak, yang akan membentuknya menjadi "anak panah di tangan pahlawan", memenuhi panggilan Tuhan bagi hidupnya 

KASIH BUKAN HANYA DIUNGKAPKAN MELALUI PELUKAN 
NAMUN JUGA MELALUI TEGURAN DAN DIDIKAN


Baca selanjutnya...

Senin, 22 Maret 2010

BANDENG PRESTO

Ikan bandeng memiliki daging yang lezat. Namun, sayangnya memiliki tulang dan duri yang susah dipisahkan dari dagingnya. Salah satu cara mengatasi masalah ini adalah dengan mengolah bandeng menjadi bandeng presto. Bandeng diolah dengan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan memberikan tekanan tinggi. Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa, sehingga tulang dan duri bandeng tersebut bisa menjadi lunak, tetapi dagingnya sendiri tidak rusak. Kita pun dapat menikmati daging bandeng yang lezat tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya lagi.  

Mirip dengan ikan bandeng, ada juga banyak "tulang dan duri" dalam diri kita yang membuat hidup kita tidak menyenangkan bagi Tuhan. Mungkin "tulang dan duri" itu berupa kesombongan, kekurangpercayaan, kekerasan hati, pola pikir yang salah, dan sebagainya. Maka, kerap kali Tuhan harus mengatasinya dengan "memasukkan" kita untuk sementara waktu ke dalam "pressure cooker", yakni situasi hidup yang membuat stres. Tentu dengan "takaran tekanan" yang sudah Dia atur, sehingga tidak akan melebihi kemampuan kita untuk menanggungnya. Cukup kuat untuk "melunakkan duri" alias membentuk kita, tetapi tidak sampai membuat kita hancur. 

Apabila saat ini kita sedang berada dalam situasi yang menekan, yang membuat kita stres, jangan menyerah. Tetaplah beriman kepada-Nya. Bahkan, pakai kesempatan ini untuk merenung dan mencari apa yang Dia ingin kita ubah dalam diri kita. Lalu jalani dengan kesabaran dan ketekunan. Agar melalui proses ini, kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memuliakan Tuhan 

TEKANAN HIDUP DIBERIKAN DALAM TAKARAN YANG CUKUP 
AGAR KITA DIBENTUK MENJADI SAKSI YANG HIDUP


Baca selanjutnya...

Kamis, 18 Maret 2010

MENGHADAPI RAKSASA KEHIDUPAN


Pada saat kita harus berhadapan dengan kesukaran yang teramat besar.Entah berupa penyakit yang tak kunjung sembuh, atau tekanan pekerjaan yang sangat berat; entah juga berupa kehadiran "orang sulit" di dekat kita-atasan di kantor, rekan sepelayanan, klien, tetangga-sangat menjengkelkan, tetapi kita tidak bisa hindari. Atau, bisa juga berupa kebiasaan buruk yang terus membelenggu, kita ingin menjauh, tetapi tak juga bisa lepas. Semua itu membuat kita merasa kecil dan tak berdaya.

Dalam keadaan demikian, kita bisa belajar dari Daud ketika menghadapi Goliat. Secara fisik, Daud sangat tidak sebanding dengan Goliat. Daud berperawakan biasa, Goliat raksasa. Daud penggembala kambing domba, Goliat prajurit profesional. Daud bersenjata "umban dan batu", Goliat bersenjata perang lengkap. Namun akhirnya, kita semua tahu, Daud berhasil mengalahkan Goliat. Apa kunci sukses Daud? Daud berhasil karena ia berfokus kepada Allah

Ya, jika kita berfokus pada kesukaran yang menghadang, maka kesukaran itu akan kita rasakan berkali-kali lipat lebih besar daripada yang sebenarnya. Efeknya, kita akan merasa kecil dan tidak berdaya. Kalah sebelum bertanding. Namun, kalau kita berfokus pada Allah-pada kasih dan kuasa-Nya-kita akan mendapat kekuatan ekstra untuk menghadapi segala tantangan. Kita memang lemah, tetapi Allah yang memiliki kita, Mahakuat. Bersama-Nya kita bisa, dan tidak ada alasan untuk kita tidak sanggup mengatasi kesukaran sebesar apa pun

DI DALAM TUHAN
TIDAK ADA GUNUNG YANG TERLALU TINGGI UNTUK DIDAKI


Baca selanjutnya...

Sabtu, 13 Maret 2010

Bersikap Adil


Dua orang pemuda melamar kerja. Yang pertama pandai, ulet, dan jujur, tetapi tidak pandai bicara. Penampilannya pun kurang rapi. Pemuda kedua seorang pemalas yang tidak jujur, tetapi bermulut manis dan berpakaian necis. Ketika diwawancara, ternyata si pemuda kedua diterima! Sebuah keputusan yang tidak adil, tetapi dapat dipahami. Kita cenderung menilai seseorang berdasar kesan pertama. Tidak objektif, sebab kita tidak tahu isi hatinya. Akibatnya, kita jadi sulit bersikap adil.

Dalam dunia yang tidak adil, Nabi Yesaya menubuatkan akan datangnya Mesias sebagai Hakim Adil. Dia bisa bersikap adil sebab memiliki Roh hikmat dan pengertian. Dia mengenal isi hati seseorang; bisa melihatnya secara objektif, sehingga dapat bersikap adil. Penghakiman-Nya bukan berdasarkan kesan pertama yang menipu. Tidak juga dipengaruhi oleh apa kata orang. Mesias akan membela mereka yang selama ini menjadi korban ketidakadilan dari penguasa. Dia akan berpihak kepada mereka yang tidak diperlakukan secara adil: lemah, tersisih, dan tidak dimengerti.

Apakah Anda merasa diperlakukan tidak adil? Apakah orang kerap salah memahami Anda? Datanglah kepada Yesus yang mengenal Anda luar-dalam. Dia tidak akan menghakimi Anda seperti orang lain. Tuhan kita Raja Keadilan! Periksalah juga bagaimana cara Anda menilai sesama, terutama bawahan Anda. Sudahkah Anda bersikap adil? Apakah penilaian Anda sering dipengaruhi oleh apa kata orang atau kesan pertama Anda tehadapnya? Mintalah hikmat agar Dia memampukan Anda bersikap

SETIAP ORANG YANG MENGAKU DIRI ANAK TUHAN
HARUS MENJADI PEJUANG KEADILAN


Baca selanjutnya...

Selasa, 09 Maret 2010

Dusta

Membiarkan berkembangnya sesuatu yang berpengaruh buruk adalah kesalahan serius. Ibarat penyakit menular, jika dibiarkan akan semakin banyak korbannya. Ibarat sel kanker, jika sudah berkembang hingga ke stadium lanjut akan semakin sukar dilumpuhkan. Ibarat kebiasaan buruk, jika dibiarkan sejak anak-anak akan menjadi watak yang buruk. Daya rusaknya sudah terlampau kuat untuk dihambat. Satu- satunya cara mengatasi hanyalah mencegah atau memberantasnya selagi masih dini.

Ada hal-hal di dalam kehidupan ini yang tidak bisa dikompromikan, sebab memang sejak dari akarnya sudah bertolak-belakang. Termasuk dusta melawan kebenaran. Jika kebiasaan buruk berdusta dibiarkan, akan menjadi bencana di kemudian hari. Kita harus bersikap tegas terhadapnya

TIADA CARA LAIN UNTUK MEMERANGI DUSTA
SELAIN MEMANGKASNYA SEDINI MUNGKIN DAN SESERIUS MUNGKIN


Baca selanjutnya...

PERBUATAN BAIK

Dibanding para selebriti Indonesia, nama Agus Bambang Priyanto memang kalah tenar. Namun, majalah Time mendaulatnya menjadi salah satu Asean Heroes tahun 2003, berkat upayanya yang tak kenal lelah memimpin penyelamatan para korban bom Bali; mengangkut korban tewas; membopong mereka yang terluka; mengumpulkan harta milik korban untuk diserahkan kepada keluarga; mengatur lalu lintas ambulans. Bambang bukan petugas. Ia rakyat biasa. Ia melakukan semua itu secara spontan, tanpa diminta. Untuk menerima penghargaan itu, termasuk hadiah uang ratusan juta, Bambang diundang ke Jepang. Namun, ia menolak pergi. Ia merasa bukan pahlawan. Menurutnya, apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar dilakukan setiap orang ketika melihat sesamanya menderita. Tentang uang hadiah, Bambang beralasan, tidak layak menerima hadiah di atas penderitaan orang lain. Alangkah indahnya hidup bermasyarakat, apabila setiap orang terdorong untuk saling berbuat baik; bukan untuk saling memanfaatkan, tidak jemu-jemu berbuat baik. Tentu tidak harus dalam peristiwa besar seperti yang dilakukan oleh Agus Bambang Priyanto, tetapi juga bisa dalam kejadian sehari-hari. Kuncinya adalah kepekaan dan ketulusan untuk menolong sesama. Hari ini, adakah sesama yang membutuhkan perbuatan baik kita; mungkin tetangga sebelah rumah, atau rekan sekerja di kantor, atau siapa saja? Semoga kita tidak membiarkan kesempatan berbuat baik itu berlalu begitu saja. LAKUKAN PERBUATAN BAIK KEPADA ORANG LAIN MINIMAL SATU PERBUATAN UNTUK SATU HARI


Baca selanjutnya...

Senin, 01 Maret 2010

Kegelapan

Saya suka tidur dalam keadaan gelap gulita. Lampu kamar saya matikan, jendela saya tutup dengan tirai, sehingga tidak ada cahaya masuk sama sekali. Namun, meski mata saya hampir tidak bisa melihat apa-apa saat itu, jarang sekali saya tersandung sesuatu ketika berjalan di situ. Sebab saya sudah hafal seluk-beluk kamar saya. Memori inilah yang menjadi penerang bagi saya dalam kegelapan kamar tersebut. 

Menembus kegelapan di kamar menjadi perenungan bagiku akan perjalan kehidupan ini yang banyak kali melewati berbagai kendala dan tantangan bak berjalan di gelapnya malam. 

Hidup kita terkadang terasa begitu berat, bahkan gelap. Berbagai masalah dan kesedihan menekan hidup kita. Dalam situasi yang demikian, yang bisa kita lakukan adalah meyakini saja kasih setia Tuhan. Mengingat hal-hal di masa lalu ketika mampu melihat kasih setia Tuhan secara nyata. Berdasarkan memori tersebut, yakinkan diri kita bahwa sama seperti waktu itu, saat ini pun Tuhan tetap setia. Kesetiaan-Nya ini cukup untuk menjadi sinar yang memampukan kita melewati masa-masa gelap dalam hidup kita. 

JIKA ANDA TIDAK DAPAT MERABA TANGAN-NYA 
PERCAYAILAH HATI-NYA


Baca selanjutnya...
Template by - Bimbinganmu