Jumat, 31 Juli 2009

Melati

Yang tak pernah berdusta dengan apa yang ditampilkannya

Yang tak memiliki warna dibalik warna putihnya..
juga tak pernah menyimpan warna lain untuk berbagai keadaannya,
baikpanas, hujan, terik ataupun badai yang datang ia tetap putih..
Kemanapun dan dimanapun ditemukan, melati selalu putih..
Pada debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya. .

Pada angin ia menyapa,berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu agar ia nya tetap putih
berseri..Karenanya, melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa..Kekanan ia ikut, ke kiri iapun ikut..Namun ia tetap teguh pada pendiriannya, karena kemanapun ia mengikuti arah angin,ia akan segera kembali pada tangkainya..


Pada hujan ia menangis,agar tak terlihat matanya meneteskan air diantara ribuan air yang
menghujani tubuhnya. Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih,karena saat hujan berhenti menyirami,bersamaan itu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes.Sesungguhny a,ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang,karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya.Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya untuk mengadu,saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran.Karena juga, hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya.pada hujan juga ia mendapati keteduhan, dengan airnya yang sejuk.

Pada tangkai ia bersandar agar tetap meneguhkan kedudukannya, memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya. Agar kelak, apapun cobaan yang datang,ia
dengan sabar dan suka cita merasai,bahkan menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta.

Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan? Adakah kasih sayang tanpa cobaan?

Pada dedaunan ia berkaca, semoga tak merubah warna hijaunya.Karena dengan hijau daun itu, ia tetap sadar sebagai melati harus tetap berwarna putih.Jika daun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu,kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali
membuatnya tak lagi putih?

Pada bunga lain ia bersahabat.Bersama bahu membahu menserikan alam, tak ada persaingan,tak
ada perlombaan menjadi yang tercantik karena masing-masing memahami tugas dan peranannya.

Takpernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili, begitu juga sebaliknya.

Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning, karena ia tahu semua fungsinya sebagai putih.

Pada matahari ia memohon,tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan. Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya
malam.Sinarnya yang menceriakan, bias hangatnya yang memecah kebekuan,seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi.

Terpaan sinar mentari, memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah,pertanda melati siap mengarungi hidup,setidaknya untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.

Pada alam ia berbagi,menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya.Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya, melati tak pernah terlupakan untuk disertakan.

Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya,ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru,agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih.Yang tetap berseri
disemua suasana alam.

Pada unggas ia berteriak,terombang -ambing menghindari paruhnya agar tak segera pupus.

Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya, yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.

Dan pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta,agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan kesempatan untuk menjalani setiap perannya. Agar dalam berperan menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya,tidak membiarkan apapun merubah warnanya hingga
masanya mempertanggungjawab kan semua waktu, peran, tugas dan tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah,ia tetap sebagai melati, seputih melati. Dan orang memandangnya juga seperti melati


Baca selanjutnya...

Bagaiman berdoa ?

  1. Doa yang benar harus datang dari hati.
    Ia
    berdoa dari dalam lubuk hati-Nya, bukan hanya sekedar kata-kata atau gerakan. Doa-Nya tidak hanya berdasarkan pada pikiran atau perasaan. Doa berasal dari dalam, di luar batas pikiran dan perasaan, dari kita sendiri.
    “Masuklah ke dalam kamarmu,”
    sabda Yesus, “berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
    Kadangkala doa dari hati, dari “kamarmu”, dituangkan dalam bentuk kata-kata, di lain waktu mungkin akan seperti seruan-Nya yang tanpa kata.
  2. Berdoa dengan iman.
    Yesus berdoa dengan iman yang teguh kepada Bapa Surgawi, iman yang bertahan hingga akhir hidup-Nya. Ia mengajarkan kepada kita untuk juga berdoa dengan iman seorang anak kepada Tuhan, yakin bahwa doa-doa kita didengarkan oleh Dia yang mengasihi kita.
  3. Haruslah berdoa dengan mantap dan tekun,
    sama seperti Ia berdoa, bahkan ketika tampaknya tidak ada jawaban atau pun pertolongan yang datang.
    “Berjaga-jagalah dan berdoalah,” sabda Yesus, “Carilah dan ketuklah,”
    hingga pintu yang menyatakan kemuliaan Tuhan dibukakan.


Baca selanjutnya...

Senin, 27 Juli 2009

Orang Pilihan

Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena kita pun masuk ke dalam bilangan orang-orang yang dilayakkan untuk menerima anugerah keselamatan. Maka jangan tinggal diam. Wartakan kabar sukacita ini kepada sekitar Anda


Baca selanjutnya...

Senin, 13 Juli 2009

Memahami bahasa tubuh saat wawancara

Membaca dan memahami bahasa tubuh sangat penting untuk membuat Anda lolos wawancara kerja. Kemampuan komunikasi non-verbal memberikan nilai tambah untuk Anda sekaligus membantu untuk memperkirakan apa yang dipikirkan si pewawancara.

  1. Jabat Tangan
    Jabatan tangan memperlihatkan siapa diri kita. Hati-hati dengan cara Anda berjabat tangan.
    Kenal istilah dead fish, bone crusher, atau wet fish? Itu adalah istilah-istilah jabat tangan yang tak bagus.
    Dead fish
    adalah tipe jabat tangan yang "malas", yaitu memberikan tangan saja, tanpa digenggam, seperti ikan mati.
    Sementara bone crusher, biasanya datang dari arah atas, lalu menggenggam sangat kencang seperti mau meremukkan tulang. Meskipun niatnya menunjukkan tipe orang yang tegas, namun jabat tangan ini menyakitkan dan justru menunjukkan tipe agresif.
    Tipe wet fish menunjukkan tipe orang yang memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

    Tiga langkah jabat tangan yang baik:
    • Pastikan tangan dalam keadaan bersih, kering, dan tidak sedang memegang benda lain.
    • Ketika menggenggam tangan lawan, berikan kehangatan namun pastikan ada ruang udara.
    • Jabat tangan dengan profesional, sopan, genggaman kuat, dan senyum hangat.
  2. Tatapan
    Ketika Anda bertemu dengan si pewawancara, tatap matanya dan berpikirlah, “Wah, senang rasanya bisa bertemu dengan Anda!” Hal ini akan membantu Anda tersenyum dari dalam hati, dan ia akan mendapati sinyal tersebut dengan mood positif. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita senangi secara otomatis pupil mata akan membesar, ini merupakan fenomena yang secara insting ditangkap manusia lain.
    Selama wawancara kerja, pastikan kontak mata Anda berada dalam seputaran segitiga terbalik wajah si pewawancara. Yakni di antara titik luar alis kiri, ke hidung bagian bawah, dan titik luar alis kanan. Menatap bibir seseorang dianggap pelanggaran seksual, sementara menatap dahi seseorang dianggap merendahkan.
  3. Postur Tubuh
    Upayakan untuk duduk lurus, agar kepercayaan diri muncul dari sana. Jika Anda merasa rendah diri dan jenuh, coba perhatikan cara Anda duduk dan berdiri. Duduk tidak rapi atau berdiri sambil bersender bisa menekan dada dan mengurangi asupan udara ke paru-paru, yang menyebabkan kegugupan dan ketidaknyamanan.
  4. Posisi Kepala
    Untuk meningkatkan rasa percaya diri selama wawancara, posisikan kepala Anda tegak secara horizontal dan vertikal. Ini memberikan sinyal bahwa Anda serius dalam menggapai tujuan. Namun ketika dalam percakapan, untuk terlihat lebih bersahabat, miringkan sedikit kepala Anda untuk menunjukkan simpati.
  5. Tangan dan Lengan
    Tangan dan lengan memberi penilaian akan seberapa "menerimanya" kita. Jadi, upayakan tangan Anda berada di samping tubuh. Ini menunjukkan bahwa Anda bersikap terbuka dan siap menerima apapun yang datang kepada Anda.

    Orang pendiam cenderung melipat dan menjauhkan lengan mereka dari badan, sementara orang yang supel cenderung menggambarkan maksud dengan gerakan tangan sambil berbicara. Upayakan gerakan tangan tak jauh dari badan Anda, supaya tak terlihat berlebihan. Jangan melipat tangan di depan dada selama wawancara, karena Anda akan terlihat defensif.

    Dua arti gerakan tangan:
    • Telapak tangan menghadap ke luar dan ke atas berarti orangnya terbuka dan bersahabat.
    • Telapak tangan menghadap ke bawah berarti tipe orang yang dominan dan kemungkinan agresif.

  6. Tanpa disadari, kaki cenderung bergerak di luar batas normal ketika kita gugup, stres, atau sedang kebingungan. Mengatasinya? Upayakan kaki kita setenang mungkin selama wawancara. Jangan biarkan kaki Anda terlipat, karena seakan-akan hal itu menciptakan batasan antara Anda dan si pewawancara.



Baca selanjutnya...

Selasa, 07 Juli 2009

Brewisata ke Penangkaran Buaya Teritup

Pariwisata kaltim :

Dua hari yang lalu saya bersama rombongan PPGT menuju ke penangkaran buaya yang letaknya ada di kelurahan Teritip. Jenis buaya yang ada di penangkaran ini ada 3 macam : Buaya Muara, Buaya Supit, dan Buaya Air.




Baca selanjutnya...
Template by - Bimbinganmu