Selasa, 31 Maret 2009

Nama Diatas Segala Nama

Setiap kitab dalam Alkitab mengandung simbol atau sosok tertentu yang mengacu pada karakter Kristus. Berikut ini sebuah puisi tentang penggambaran itu:


Dalam Kejadian, Yesus adalah Domba Jantan di mezbah Abraham
Dalam Keluaran, Dia adalah Anak Domba Paskah
Dalam Imamat, Dia adalah Imam Besar
Dalam Bilangan, Dia adalah Tiang Awan pada waktu siang dan Tiang Api pada waktu malam
Dalam Ulangan, Dia adalah Kota Perlindungan kita
Dalam Yosua, Dia adalah Tali dari benang kirmizi yang diikatkan pada jendela rumah Rahab
Dalam Hakim-hakim, Dialah Hakim kita
Dalam Rut, Dia adalah Penebus kaum kita
Dalam 1 dan 2 Samuel, Dia adalah Nabi yang dapat dipercayai
Dalam Raja-raja dan Tawarikh, Dialah Raja yang berkuasa
Dalam Ezra, Dialah Ahli Taurat yang setia
Dalam Nehemia, Dialah yang membangun kembali segala sesuatu yang sudah hancur
Dalam Ester, Dia adalah Mordekhai yang dengan setia duduk di depan pintu gerbang
Dalam Ayub, Dialah Penebus kita yang hidup
Dalam Mazmur, Dialah Gembalaku, tak akan kekurangan aku
Dalam Amsal dan Pengkhotbah, Dialah Hikmat kita
Dalam Kidung Agung, Dialah Mempelai Pria yang tampan
Dalam Yesaya, Dia adalah Hamba yang menderita
Dalam Yeremia dan Ratapan, Yesuslah Nabi yang meratap itu
Dalam Yehezkiel, Dia adalah Manusia Ajaib dengan empat muka
Dalam Daniel, Dialah Orang keempat dalam perapian yang menyala-nyala itu
Dalam Hosea, Dialah Kekasihku, yang setia selama-lamanya
Dalam Yoel, Dia membaptis kita dengan Roh Kudus
Dalam Amos, Dialah yang memikul beban kita
Dalam Obaja, Dialah Juru Selamat kita
Dalam Yunus, Dia adalah Misionaris Besar yang menyebarluaskan firman Allah ke seluruh dunia
Dalam Mikha, Dia adalah Pembawa Berita dengan kaki yang indah
Dalam Nahum, Dialah Sang Pembalas
Dalam Habakuk, Dialah Pengawas yang selalu berdoa untuk kebangunan rohani
Dalam Zefanya, Dia adalah Pahlawan yang memberikan kemenangan
Dalam Hagai, Dia memulihkan warisan kita yang hilang
Dalam Zakharia, Dialah Mata Air kita
Dalam Maleakhi, Dialah Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya
Dalam Matius, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”
Dalam Markus, Dia adalah Pembuat Mujizat
Dalam Lukas, Dia adalah Anak Manusia
Dalam Yohanes, Dialah Pintu yang melaluinya tiap-tiap orang harus masuk
Dalam Kisah Para Rasul, Dialah Cahaya Memancar yang tampak oleh Saul dalam perjalanan ke Damsyik
Dalam Roma, Dialah yang membenarkan kita
Dalam 1 Korintus, Kebangkitan kita
Dalam 2 Korintus, Dialah yang menanggung dosa kita
Dalam Galatia, Dia menebus kita dari Hukum Taurat
Dalam Efesus, Dialah Kekayaan kita yang tidak terduga
Dalam Filipi, Dialah yang memenuhi segala keperluan kita
Dalam Kolose, Dialah Seluruh Kepenuhan Allah
Dalam 1 dan 2 Tesalonika, Dialah Raja kita yang akan segera dating
Dalam 1 dan 2 Timotius, Dialah satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia
Dalam Titus, Dialah Pengharapan kita yang penuh bahagia
Dalam Filemon, Dia seorang Sahabat yang lebih karib daripada saudara
Dalam Ibrani, Dia adalah Darah perjanjian yang kekal
Dalam Yakobus, Dialah Tuhan yang menyembuhkan orang sakit
Dalam 1 dan 2 Petrus, Dia adalah Gembala Agung
Dalam 1, 2 dan 3 Yohanes, Yesuslah yang menyatakan kelemahlembutan kasih
Dalam Yudas, Dialah Tuhan yang datang dengan ribuan orang-orang kudusNya
Dalam Wahyu, “Angkatlah wajahmu, hai gereja, karena keselamatanmu sudah dekat, Dialah Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan”

Jack W. Hayford


Baca selanjutnya...

Lihat Salib Itu


Lihat itu Salib
Dipikul
Dipanggul
Dibopong


Lihat itu langkah terseret
Dicambuk
Dipecut
Berdarah
Ahhh … !

Lihat itu tubuh
Dipaku
Direjam
Ditombak
Itu dikenang
Itu diresapi
Itu direnungi
Itu bahan kontemplasi
Itu materi diskusi
Itu dulu … !

Sang Anak Manusia Mengejawantah
Sekarang
Kini
Hari ini …
Lihat itu Salib
Kosong
Melompong
Hampa
Terpajang indah penuh estetika
Terpasang penuh nuansa
Terbentang penuh romansa
Tapi …
Adakah dilingkupi makna


Adakah diliputi selaksa doa
Atau …
Hanya simbol
Perlambang
Aksesoris
Hiasan
Benarkah ?


Salib itu kehilangan spirit
Tertutup kelekatan
Keakuan
Absolutisme semu
Sekat-sekat pranata
Ciptaan ketakutan diri
Benarkah ?
Belum
Not yet … !
Lihat itu Salib
Rindu dendam menanti
Penuh kepasrahan
Ditempatkan pada kesejatian eksistensi


Baca selanjutnya...

TRAGEDI KALVARI


Di perjalanan derita-Mu... Engkau menapaki setiap jalan dengan pasti karena rasa Cinta-Mu yang begitu besar kepada setiap jiwa. Dengan wajah lembut-Mu, dengan tetesan keringat yang mengucur Engkau berikan kesejukan di kedalaman nurani untuk Tambah Videomelanjutkan jejak-Mu...



Lambungmu tertombak, darah segar mengalir membasahi relung jiwa... dan Engkau harus menahan sengatan terik matahari dalam kesunyiaan yang paling sunyi sambil menahan luka-luka yang perih....

Engkau tetap tegar...bahkan Engkau ampuni jiwa-jiwa yang telah melukai nurani-Mu....

Oh... Yesus... sampai saat ini, tatkala tombak keangkuhan dengan segala kemunafikan masih sering menombaki lambung-Mu dengan segala kepalsuan yang telah menggores luka demi luka dalam tubuh-Mu...

Sampai saat ini...
Salib-Mu masih enggan dipikul,
bahkan dibuang dan melarikan diri dalam rasa egoistis
dan individualisme yang senantiasa mengagungkan materi dan kekuasaan....

Namun untuk kesekiaan kalinya pula,
Engkau mengalirkan Kasih-Mu yang hakiki,
memikul salib-Mu dan terus membelai segala kekerasan jiwa...

Pintu Tobat selalu terbuka...
hingga setiap jiwa dapat menikmati kemenangan yang KUDUS dalam Tragedi Kalvari....

Kasih-Mu mengalir disetiap jiwa yang mau datang kepada-Mu,
yang bukan hanya sekedar menikmati namun untuk diwariskan...
Salib-Mu mengajak untuk bergandeng tangan pada setiap nurani
untuk memproklamirkan kemenangan KASIH dalam setiap perjalanan hidup....
dan senantiasa mendirikan monumen Tragedi Kalvari disetiap nurani.....


Baca selanjutnya...

Hikmat Paskah


PASKAH yang sesungguhnya adalah pesta ''kehidupan''.

Paskah adalah peristiwa ketika manusia diperkenankan memasuki awal sejarah dan realitas baru,
yaitu ketika kehidupan berkuasa atas kematian.


Bukan seperti sebelumnya,
ketika seakan-akan kematianlah yang menguasai kehidupan.


Baca selanjutnya...

Rabu, 25 Maret 2009

Dengarkan Tuhan dan bukan Diri kita sendiri


Renungan singkat oleh Fenelon

Saya memohon kepada Anda untuk tidak mendengarkan diri Anda sendiri. Kasih pada diri berbisik di satu telinga dan kasih Tuhan di telinga yang lain. Kasih pada diri tidak ada nilainya. Kasih pada diri ini bersifat agresif, ingin memiliki dan selalu menurut kata hati. Tetapi kasih Allah begitu berbeda. Kasih Allah itu sederhana, tenang dan hanya berbicara beberapa patah kata saja dalam suara yang nyaman dan lemah lembut. Dan di saat kita memutuskan untuk mendengarkan suara nyaring diri kita yang berisi berbagai kecaman, kita tidak lagi mendengarkan bisikan-bisikan kasih ilahi.


Anda selalu akan tahu kapan si aku itu berbicara. Diri kita selalu mau menghibur dirinya sendiri dan selalu merasa terabaikan. Ia berbicara mengenai persahabatan, penghormatan, penghargaan dan tidak ingin mendengarkan hal-hal yang tidak bersifat memuji-muji.

Kasih Tuhan di sisi lain menginginkan agar diri kita dilupakan, agar diri kita diperhitungkan sebagai nol dan Tuhanlah yang merupakan segala-galanya. Tuhan tahu bahwa adalah demi kebaikan kita berhala si aku ini harus diinjak dan dihancurkan, agar Ia dapat hidup di dalam kita dan menjadikan kita kehendak-Nya.

Jadi, biarlah si aku yang suka mencari perhatian dan mengkritik ini didiamkan supaya di dalam ketenangan jiwa kita, kita dapat mendengarkan Tuhan.

(Fenelon, atau nama penuhnya Francois de Salignac de La Mothe Fenelon, adalah Uskup Agung Cambrai di Perancis pada abad ke-17. Renungan singkat di atas diambil dari koleksi surat-suratnya)


Baca selanjutnya...

Selasa, 24 Maret 2009

Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda adalah bagian dari suatu rencana yang kompleks.
Anda adalah suatu Rancangan unik yang berharga dan sempurna,
Disebut lelaki atau perempuan khusus milik Allah.


Anda bertampang seperti Anda karena suatu alasan.
Allah kita tidak membuat kesalahan.
Dia merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan,
Anda benar-benar apa yang ingin Dia ciptakan.

Orang-tua yang Anda miliki adalah orang-tua yang Dia pilih,
Dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda,
Mereka dirancang dengan pertimbangan rencana Allah
Dan mereka memikul meterai Tuhan.

Tidak, trauma yang Anda hadapi tidaklah mudah.
Dan Allah menangis karena trauma itu begitu menyakiti Anda;
Tetapi itu diizinkan untuk membentuk hati Anda
Supaya Anda bertumbuh menjadi serupa dengan-Nya.

Anda adalah Anda karena suatu alasan,
Anda telah dibentuk dengan tongkat Tuhan.
Anda adalah Anda, kekasih
Karena ada Allah!


Oleh : Russell Kelfer (Dikutip dari buku "Kehidupan yang Digerakkan oleh Tuhan")


Baca selanjutnya...
Template by - Bimbinganmu